Anestesi pada Pasien dengan Diabetes Melitus

Penulis

  • Sarah Zakiyya
  • Abrar

Kata Kunci:

Anestesi pada diabetes melitus, Anestesi regional, Diabetes melitus

Abstrak

Lebih dari 50% pasien dengan diabetes melitus diperkirakan akan menjalani tindakan pembedahan
sepanjang hidupnya, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para ahli anestesi di seluruh dunia,
termasuk di Indonesia. Prosedur pembedahan dan kondisi nyeri akut dapat memicu respons stres katabolik
yang ditandai dengan peningkatan sekresi katekolamin, glukagon, dan kortisol, disertai penurunan sekresi
insulin. Perubahan hormonal ini berkontribusi terhadap hiperglikemia perioperatif, penurunan pemanfaatan
glukosa di perifer, peningkatan glukoneogenesis, serta katabolisme protein. Dalam laporan kasus ini,
melaporkan seorang pasien laki-laki berusia 64 tahun dengan riwayat diabetes melitus tipe 2 selama lima
tahun yang direncanakan menjalani amputasi digiti II pedis sinistra akibat komplikasi diabetes. Anestesi
regional dengan teknik blok subaraknoid (spinal) dipilih sebagai metode anestesi. Anestesi spinal umumnya
digunakan pada pembedahan abdomen bawah dan ekstremitas bawah, serta memberikan berbagai
keuntungan klinis pada pasien diabetes, termasuk kontrol glikemik yang lebih baik, penurunan respons stres
pembedahan, dan risiko komplikasi pascaoperasi yang lebih rendah dibandingkan dengan anestesi umum.
Kata Kunci: Anestesi pada diabetes melitus, Anestesi regional, Diabetes melitus

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Cali, C., & Pérez, W. (2023). Consideraciones

anestésicas en la diabetes mellitus:

Revisión

narrativa.

INSPILIP.

https://doi.org/10.31790/inspilip.v21i7.3

44

Clark, L. (2008). BSAVA Manual of Canine and

Feline Anaesthesia and Analgesia.

Veterinary Anaesthesia and Analgesia,

35(1), 90. https://doi.org/10.1111/j.1467

2995.2007.00393.x

Cornelius, B. W. (2017). Patients With Type 2

Diabetes: Anesthetic Management in the

Ambulatory

Setting:

Part

2:

Pharmacology and Guidelines for

Perioperative Management. Anesthesia

Progress,

64(1),

39–44.

https://doi.org/10.2344/anpr-64-01-02

Detty, A., & Fitriyani, N. (n.d.). Karakteristik

Ulkus Diabetikum Pada Penderita

Diabetes Melitus. J Ilm Kesehat Sandi

Husada. Jurnal Kesehatan Sandi

Husada.

Handlogten, K. S., & Johnson, R. L. (2018).

P-ISSN: 2460-7134

E-ISSN: 2775-4626

Stoelting’s Anesthesia and Co-Existing

Disease, 7th ed. Anesthesia & Analgesia,

127(2),

e6–e6.

https://doi.org/10.1213/ANE.0000000000

003539

Klein, A. A., Meek, T., Allcock, E., Cook, T. M.,

Mincher, N., Morris, C., Nimmo, A. F.,

Pandit, J. J., Pawa, A., Rodney, G.,

Sheraton, T., & Young, P. (2021).

Recommendations for standards of

monitoring

during

anaesthesia

and

recovery 2021: Guideline from the

Association of Anaesthetists. Anaesthesia,

76(9),

1212–1223.

https://doi.org/10.1111/anae.15501

Kotagal, M., Symons, R. G., Hirsch, I. B.,

Umpierrez, G. E., Dellinger, E. P.,

Farrokhi, E. T., & Flum, D. R. (2015).

Perioperative Hyperglycemia and Risk of

Adverse Events Among Patients With and

Without Diabetes. Annals of Surgery,

261(1),

97–103.

https://doi.org/10.1097/SLA.0000000000

000688

Raeisi, A., Noruzian, H., & Rostami, M. (2019).

Influence of tramadol on anesthesia times,

analgesia

and

electrocardiogram

associated with injection anesthesia in

common

buzzards

(Buteobuteo).

Veterinary Research Forum, Online First.

https://doi.org/10.30466/vrf.2019.34308

Randjelovic, M., Stojanovic, M., Radeka, J.,

Vasilijic, M., & Jankovic, R. (2023).

Anesthetic implications in porphyrias.

Frontiers in Anesthesiology, 2, 1149949.

https://doi.org/10.3389/fanes.2023.11499

49

Restu, S., & Rahardjo, S. (2023). Penanganan

Perioperatif Diabetes Mellitus. Jurnal

Komplikasi Anestesi.

Worthley, L. (1994). Synopsis of Intensive Care

Medicine (1st ed., Vol. 1). Churchill

Livingstone.

Diterbitkan

2025-10-25

Cara Mengutip

Zakiyya, S., & Abrar. (2025). Anestesi pada Pasien dengan Diabetes Melitus. JURNAL KESEHATAN ALMUSLIM, 11(2), 1. Diambil dari http://journal.umuslim.ac.id/index.php/jka/article/view/3517

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.