HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP PENATALAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI PADA BAYI BARU LAHIR DI BPM

Penulis

  • Dewi Lisnianti Universitas Almuslim
  • Novarita Universitas Almuslim

Kata Kunci:

Pengetahuan, sikap, bidan, inisiasi menyusu dini

Abstrak

Pemerintah Indonesia mendukung kebijakan WHO dan UNICEF yang merekomendasikan inisiasi menyusu dini sebagai tindakan ”penyelamat kehidupan”, karena inisiasi menyusu dini dapat menyelamatkan 22% dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan. Pada tahun 2013 cakupan inisiasi menyusu dini di Indonesia mencapai 34,5%, dan di Propinsi Aceh mencapai 39,7%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap bidan tentang inisiasi menyusu dini terhadap penatalaksanaan inisiasi menyusu dini pada bayi baru lahir di BPM yang bekerjasama dengan Program Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik. Teknik penganbilan sampel pada penelitian ini yaitu sampling jenuh (total sampling) dengan jumlah sampel yang adalah 36 orang bidan, dan instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dan sikap bidan tentang inisiasi menyusu dini terhadap panatalaksanaan inisiasi menyusu dini pada bayi baru lahir di BPM.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Dewi Lisnianti, Universitas Almuslim

Dosen Program Diploma III Universitas Almuslim

Novarita, Universitas Almuslim

Mahasiswa Program Diploma III Universitas Almuslim

Referensi

Bappenas. (2010). Peta Jalan Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium di Indonesia. Jakarta.

Depkes RI. (2008). Buku Acuan Pelatihan Klinik Asuhan Persalinan Normal. Asuhan Esensial, Pencegahan dan Penanggulangan Segera Komplikasi Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

. (2012). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dinkes Bireuen. (2015). Jumlah Bayi Yang Mendapat ASI Eksklusif. Bireuen: Dinas Kesehatan Bireuen.

Edmond KM, Zandoh C, Quigley MA, Amenga_etego S, Owusu-Agyei S and Kirkwood BR. Delayed breastfeeding initiation increases risk of neonatal mortality. Pediatrics 2006; 117: 380-386. Available at:

http://www.pediatrics.org/cgi/content/full/1 17/3/e380.

Kemenkes RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Riskesdas. (2013). Pola Pemberian ASI. Jakarta: Riset Kesehatan Dasar.

Roesli, U. (2008). Inisiasi Menyusui Dini Plus ASI Eksklusif. Jakarta: Pustaka Bunda.

UNICEF, Breast Crawl ; Initiation of Breastfeeding by Breast Crawl, Breast

WHO. (2007). Community Based Strategis for Breastfeeding Promotion and Support in Developing Country.

Diterbitkan

2016-02-27

Cara Mengutip

Lisnianti, D. ., & Novarita. (2016). HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN TENTANG INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP PENATALAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI PADA BAYI BARU LAHIR DI BPM. JURNAL KESEHATAN ALMUSLIM, 1(2), 7–10. Diambil dari http://journal.umuslim.ac.id/index.php/jka/article/view/360

Artikel Serupa

<< < 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.