Penerapan Tari Kreasi Bajang-Bajang Dalam Upaya Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Jeumpa Ban Kemang Kabupaten Bener Meriah)
Abstract
Penelitian ini berjudul “Penerapan Tari Kreasi Bajang-Bajang dalam Upaya Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 5-6 Tahun di TK Jeumpa Ban Kemang Kabupaten Bener Meriah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk penyajian tari Bajang-bajang di TK Jeumpa Ban Kemang; (2) Penerapan tari kreasi untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak usia 5-6 tahun di TK Jeumpa Ban Kemang: (3) Untuk mengetahui respon anak terhadap pembelajaran tari kreasi untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak usia 5-6 tahun di TK Jeumpa Ban Kemang. adapun strategi pembelajaran yang digunakan guru yang kurang menarik, yang menempatkan anak untuk duduk diam dan mendengarkan guru. Peneliti mencoba untuk meneliti tentang bagaimana solusi agar anak yang memiliki kecerdasan kinestetik dapat menyalurkan kebutuhan geraknya serta agar kecerdasan kinestetik pada diri anak dapat terus berkembang. Adapun cara yang peneliti lakukan adalah menggunakan kegiatan menari. Tarian yang ditarikan adalah tari kreasi Bajang-bajang yang berasal dari Kabupaten Bener Meriah. menggunakan penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan menari sangat cocok digunakan untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak. Hasil persentasi siklus I pertemuan I rata-rata kecerdasan kinestetik anak masih mulai berkembang, yakni 93,3%. Siklus II kecerdasan kinestetik anak mencapai peningkatan sebesar 86,7%. Siklus I pertemuan I skor aktivitas guru mencapai 60% dan anak 50,6%, pertemuan II skor aktivitas guru berjumlah 77,7% dan anak sebesar 69.4%. Pada siklus II pada pertemuan I skor aktivitas guru berjumlah 81% dan anak sebesar 74,1%, sedangkan pertemuan II bahwa skor aktivitas guru berjumlah 84,7% dan anak sebesar 82,3%. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan tari dapat meningkatan kecerdasan kinestetik anak.
References
Andriani, Durri dkk. (2010) Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Terbuka. Ansari, Muhammad Iqbal, dkk. (2021). Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik
Siswa Melalui Kegiatan Seni Tari Drama Kuda Gipang di MIN I Hulu Sungai Selatan. BADA’A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Vol. 3. No.1.
Arikunto, Suharsimi. (2006), Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta.
Armstrong, Thomas, (2013), Kecerdasan Multipel di dalam Kelas, Jakarta: Indeks. Asrul, Ahmad Syukri, (2016), Strategi Pendidikan Anak Usia Dini, Medan: Perdana Publishing.
Cambell, Linda dkk, (2006), Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences, Jakarta: Intuisi Press
Crees, Carol. (2010). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Hidayati, Turi, dkk. (2022). Implementasi Model Atik dalam Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Kelompok A Melalui Kegiatan Menari di TK Anak Bangsa Rawajati Pancoran. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. Vo. 5. No.2.
Indra, Supit Milly C, dkk. (2013). Multiple Intellegences : Mengenali dan Merangsang Potensi Kecerdasan Anak. Jakarta : Ayah Bunda.
Jazuli, M. Pendidikan Seni Budaya Suplemen Pembelajaran Seni Tari. (2008). Semarang: UNNES PRESS.
Kamtini, (2013). Keterampilan Tari Anak Usia Din. Medan: Expres. Kamus Umum Bahasa Indonesia. (2007). Jakarta: Balai Pustaka.
Khadijah. (2015). Media Pembelajaran Anak Usia Dini. Medan: Perdana Publishing.
Khadijah. (2016). Pendidikan Prasekolah, Medan: Perdana Publishing. Lilis Madyawati, (2014), Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak.
Meitarini, Loveita. (2019). Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Melalui Tari Kreatif Untuk Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak As-Said Larangan. Jurnal Instruksional. Vol. 1. No. 1.
Mulyani, Novi. (2016). Pendidikan Seni Tari Anak Usia Dini. (Yogyakarta: Gava Media)
Nur’afifah, Dina, dkk. (2019). Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Melalui Pembelajaran Tari Kijang. Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini. Vol. 6. No. 1.
Pekerti, Widia dkk. (2010) Metode Pengembangan Seni. Jakarta : Univerdstas Terbuka.
Rahman, Haryudi. (2020). Pembelajaran Seni Tari Pada Anak Usia Dini di Sanggar Saoraja Art’s Kabupaten Bone. Jurnal Educhild. Vol. 2, No. 2.
Ratnawati. Rahajeng, dkk. (2014). Pengaruh Penerapan Tari Kreasi Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Siswa Tunagrahita di Sekolah Dasar Luar Biasa. Jurnal Ortopedagogia. Vol. 1. No.3.
Rinawati, (2014). Seni Tari untuk SMP dan MTS. Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Safira, Aan T. (2010). Mengembangkan Kecerdasan Anak. Jakarta: PT Niaga Swadaya.
Schmidt, Laurel. (2012). Jalan Pintas Menjadi 7 Kali Lebih Cerdas, Penerjemah L.H Dharma dan Astuti. R. Bandung : Kaifa.
Sit, Masganti (2016), Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini,Medan : Perdana Publishing
Sobariah, dkk (2019). Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Melalui Media Tari Mapag Layung. Jurnal Ceria. Vol. 2. No. 6.
Subini, Nini (2011), Mengatasi Kesulian Belajar Pada Anak, Yogyakarta: Javalitera,
Susanti, Aan. Dedah Jumiati (2022). Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Melalui Tarian Tradisional pada Kelompok B. Jurnal Ceria. Vol. 6. No.2.
Suyadi, (2014), Teori Pembelajaran Anak Usia Dini, Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.
Yaumi, M., & Nurdin, I. (2013). Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Jamak (Multiple Intelligences). Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Yulianty, Rani. (2010). Permainan yang Meningkatkan Kecerdasan Anak. Jakarta: Laskar Aksara.


