ASUHAN KEBIDANAN NIFAS PADA IBU M DENGAN PUTING TERBENAM DI TPMB JUM'ATI KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN

Penulis

  • Zuhra Universitas Almuslim
  • Zulfa Hanum Universitas Almuslim
  • Agustina Universitas Almuslim
  • Anna Malia Universitas Almuslim

DOI:

https://doi.org/10.51179/rwb8xc96

Kata Kunci:

asuhan, nifas, puting terbenam

Abstrak

Masa  nifas  merupakan  salah  satu  fase  dimana  wanita memerlukan  pemantauan  khusus,  salah  satunya  yaitu  untuk mencegah terjadinya kegawatdaruratan dan komplikasi. Faktor yang mempengaruhi proses pemulihan dini salah satunya perawatan  dan  motivasi  yang  diberikan  oleh  tenaga  kesehatan profesional,  dimana  pada  periode  ini  lebih  ditekankan  pada kesejahteraan  ibu  dan  respon  dari  bayinya.  Untuk  memberikan perawatan bermanfaat bagi ibu, bayi dan keluarga. Puting terbenam (inverted nipple) adalah kondisi ketika puting payudara tertarik ke arah dalam sehingga tidak menonjol keluar seperti kondisi puting pada umumnya. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua payudara. ASI kurang atau low milk supply merupakan kondisi ketika produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi. Kondisi ini dapat berupa produksi ASI yang benar-benar rendah secara fisiologis maupun persepsi ibu bahwa ASI yang dihasilkan tidak cukup (perceived insufficient milk supply/PIMS). Jenis penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus observasional dengan memberikan asuhan kebidanan pada masa nifas yang dilakukan pada bulan Juli 2025. Subjek studi kasus adalah ibu M umur 22 tahun G1P0A0. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di TPMB Jum’ati Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen, ibu  mengatakan  bahwa ASI ibu mulai berkurang lagi. Bidan mengatakan agar ibu mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak protein, dimana ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi ASI. Ibu juga dianjurkan untuk memberi ASI sesering mungkin kepada bayinya supaya payudara ibu sering kosong dan dengan demikian ASI akan diproduksi lebih banyak.

Referensi

Hicks, S. D., Chandran, D., Confair, A., Ward, A., & Kelleher, S. L. (2023). Human milk-derived levels of let-7g-5p may serve as a diagnostic and prognostic marker of low milk supply in breastfeeding women. Nutrients, 15(3), 567. https://doi.org/10.3390/nu15030567.

Kementerian Kesehatan Repeublik Indonesia. (2023). Peran Pemerintah dalam Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). [Online] tersedia:https://kanalpengetahuan.fk.ugm.ac.i.

Puskesmas Samalanga. (2023). Data Puskesmas Samalanga, 2024.

Savita, R., Heryani, H., Jayanti, C., Suciana, S., Mursiti, T., Fatmawati, D. N. (2022). Buku Ajar Nifas DIII Kebidanan Jilid II. Jakarta: PT Mahakarya Citra Utama Group.

Sulistyawati, dkk, (2023). Buku Ajar Nifas DIII Kebidanan Jilid I. Jakarta : Maha Karya Citra Utama.

Thurkkada, A. P., Nair, S. R., Thomas, S., Sreelekha, P., Sanu, S. K., Chandran, P. R., & Sreekanth, G. P. (2023). Effectiveness of Hoffman's Exercise in Postnatal Mothers With Grade 1 Inverted Nipples. Journal of Human Lactation, 39(1), 69–75. https://doi.org/10.1177/08903344221102890

World Health Organization (WHO). (2023). Angka Kematian Bayi. [Online]. Tersedia:https://dataindonesia.id/varia/detail/8-negara-dengan-angkakematian-bayitertinggi-di-dunia-pada-2023.

Yuliana Wahida, dan Hakim, B. N. (2020). Emodemo Dalam Asuhan Kebidanan Masa Nifas.

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS PADA IBU M DENGAN PUTING TERBENAM DI TPMB JUM’ATI KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN. (2026). JURNAL KESEHATAN ALMUSLIM, 12(1), 1-5. https://doi.org/10.51179/rwb8xc96

Artikel Serupa

1-10 dari 42

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 > >>