ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN METODE AMENORE LAKTASI (MAL) PADA NY. I DI TPMB SALABIAH KOTA LHOKSEUMAWE
DOI:
https://doi.org/10.51179/ysajjy96Keywords:
asuhan, kebidanan, keluarga berencana, metode amenore laktasiAbstract
Metode Amenore Laktasi (MAL) merupakan metode kontrasepsi alami yang digunakan pada masa postpartum sampai 6 bulan masa menyusui melalui pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan. MAL dinilai efektif, aman, ekonomis, dan tidak memengaruhi produksi ASI sehingga sesuai digunakan pada ibu menyusui. Namun, pemanfaatannya masih rendah akibat kurangnya pengetahuan ibu dan minimnya konseling mengenai syarat serta efektivitas metode tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan asuhan kebidanan pada akseptor KB dengan Metode Amenore Laktasi (MAL) di TPMB Salabiah Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan kebidanan pada Ny. I sebagai akseptor KB MAL. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Asuhan diberikan selama dua kali kunjungan masa nifas dengan penerapan manajemen kebidanan Varney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memilih MAL untuk mempertahankan keberhasilan ASI eksklusif karena pengalaman penggunaan kontrasepsi hormonal sebelumnya dirasakan memengaruhi kuantitas ASI. Ibu menyusui secara on demand sebanyak 11–12 kali dalam 24 jam, ASI keluar lancar, bayi aktif menyusu, dan ibu belum mengalami menstruasi selama masa postpartum sehingga syarat penggunaan MAL terpenuhi. Edukasi dan konseling meningkatkan pemahaman ibu dan suami mengenai manfaat, mekanisme kerja, serta syarat keberhasilan MAL. Dukungan suami juga berperan penting dalam keberhasilan metode ini. Dapat disimpulkan bahwa MAL efektif sebagai kontrasepsi pada masa menyusui apabila diterapkan dengan benar dan didukung konseling yang optimal.
References
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2022). Survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) 2022. BKKBN
Dewi, V. N. L., & Sunarsih, T. (2021). Asuhan kebidanan pada ibu nifas. Salemba Medika
Fitriyani, & Rahmawati. (2022). Pengaruh konseling KB terhadap pengetahuan ibu tentang metode amenore laktasi. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(2), 101–108.
Handayani, S., dkk. (2020). Hubungan dukungan suami dengan keberhasilan ASI eksklusf pada ibu postpartum. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2), 85-92
Kemenkes RI (2020). Laporan tahunan kesehatan ibu dan anak.
Kemenkes RI (2022). Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana. Jakarta:
Maritalia, D. (2021). Asuhan kebidanan nifas dan menyusui. Pustaka Pelajar.
Wilopo, S. A., Setyawan, A., Pinandari, A. W., Prihyugiarto, T., Juliaan, F., & Magnani, R. J. (2017). Levels, trends and correlates of unmet need for family planning among postpartum women in Indonesia: 2007-2015. BMC Women’s Health, 17(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s12905-017-0476-x
Saifuddin, A. B. (2014). Buku panduan praktis pelayanan kontrasepsi. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sari, M., & Putri, R. (2021). Faktor yang memengaruhi pemilihan metode kontrasepsi pada ibu menyusui. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(1), 45–52.
World Health Organization. (2018). Family planning: A global handbook for providers. World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rosyita, Kartinazahri, Nova Sumaini Prihatin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Artikel ini berlisensi CC Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0